Close

Apple Rilis Fitur Keamanan iPhone untuk Memblokir Serangan Tertarget

albuterol.tech – Apple perkenalkan spesifikasi keamanan untuk fitur iPhone, iPad, dan Mac yang direncanakan untuk menghindar gempuran cyber yang direncanakan di pemakai teristimewa -dan barangkali tenar?- seperti aktivis, reporter, serta petinggi pemerintahan.

Fitur opsional, yang disebutkan Lockdown Gaya ini tawarkan pelindungan “ekstrim” untuk “sebagian kecil pemakai yang hadapi gempuran serius yang ditarget,” kata Apple pada Rabu dalam sebuah pengakuan. Spek ini benar-benar membataskan teknik striker buat meretas baik fisik atau digital. Apple mengucapkan spesifikasi itu diperuntukkan terlebih untuk coba memusuhi gempuran dari “spyware” yang dipasarkan oleh NSO Grup serta perusahaan lain.

Selama tahun-tahun terakhir, substansi yang dipromotori negara udah meretas pemakai termasyhur dengan memperoleh akses jarak jauh ke data di iPhone mereka. Tahun silam, Bloomberg Newsbahwa beberapa pekerja Departemen Luar Negeri AS diretas serta dikasih tahu oleh Apple. Di bulan November, Apple menuntut NSO Kelompok, menjelaskan perusahaan yang berbasiskan di Israel meningkatkan alat seperti spyware Pegasus untuk memanipulasi dan bikin rugi pemakai Apple.

Apple mengucapkan sebagian kecil pemakainya sudah jadi objek gempuran seperti itu di 150 negara. Pembikin iPhone beberapa waktu terakhir mengaplikasikan spesifikasi yang memberitahu pemakai sebagai tujuan gempuran cyber yang “didukung negara”. Prosedur pernyataan itu dapat diperbaharui buat memberi kabar beberapa orang itu mengenai Style Lockdown yang baru, kata Apple.

Mode Lockdown akan pengaruhi terapan Pesan, FaceTime, pelayanan online Apple, profile komposisi, browser website Safari, serta jaringan kabel.

Dengan feature yang ada, program Pesan akan menyetop tambahan disamping gambar dan menonaktifkan pratinjau link. Itu yakni dua proses umum yang dipakai peretas untuk menyelinap ke piranti dari jauh. Browser situs, aliran yang lain kerap dipakai oleh peretas, pun sangat dibatas, dengan limitasi di font, bahasa website, serta spesifikasi tertentu yang libatkan membaca PDF serta memandang pratinjau content.

Di FaceTime, pemakai tak bisa dapat terima panggilan dari satu orang yang masih belum pernah mereka kontak awal mulanya dalam saat 30 hari.

Mode Lockdown bisa diaktifkan memanfaatkan tombol toggle pada sisi bawah menu pribadi dalam terapan penataan di fitur Apple. Waktu persiapan, pemakai bakal diperingatkan jika menghidupkan feature ini bakal memiliki arti feature “tidak memiliki fungsi seperti rata-rata” serta jika “terapan, website, dan spek begitu dibatas untuk keamanan serta sejumlah pengalaman tak kan siap betul-betul,” menurut tangkapan monitor spek yang dibagikannya oleh Apple.

Google Alfabet menjajakan feature sama buat pemakai dengan profile “khusus”, mengingatkan mereka saat mereka direncanakan oleh peretas serta mempromokan tehnik otentikasi yang kuat menjadi aksi protektif.

Apple merencanakan untuk melaunching Style Lockdown sebagai sisi dari perubahan mekanisme operasi iOS 16, iPadOS 16, serta macOS Ventura mendatang dalam beberapa saat di depan. Ini pun bakal ditest minggu ini selaku sisi dari beta ke-3 untuk pengembang. Perusahaan tidak menuturkan kapan vs spek itu akan datang di skema operasi Apple yang lain, termaksud watchOS untuk Apple Watch, namun berkata faksinya memiliki rencana buat menambah pelindungan baru di waktu nantinya.

Layanan online yang lain akan mendapati transisi dalam Gaya Lockdown, tapi Apple tak memastikan ketidakcocokan yang akurat. Feature seperti CarPlay yang dalam sejumlah perkara butuh hubungan kabel tak kan berperan terkecuali pemakai masukkan code password mereka, sementara profile kombinasi anyar serta registrasi feature ke feature lunak management perusahaan tak kan memiliki fungsi dalam style ini.

Apple berkata akan bayar banyak Bounty Hunter atau Penetration Tester (Pentester) keamanan sejumlah $2 juta apabila mereka mendapatkan langkah buat mem-bypass Style Lockdown dan menolong menaikkan pelindungannya. Perusahaan pun berikan hibah sejumlah $10 juta ke Dignity and Justice Fund, yang dibuat serta direkomendasikan oleh Ford Foundation, buat memberi dukungan penyidikan dan penangkalan gempuran cyber yang paling tertarget.

Bagaimana dengan di Indonesia? Cukup kerap dengar akun-akun besar terkena retas? Apa spesifikasi ini cukup efektif? Silahkan kita tonton perubahan kedepannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

0 Comments
scroll to top